Thursday, April 16, 2015

Crossing Over - Islam in USA








It was kind of surprisingly watching this video. So many emotions expressly out that I can make it into the words. It just, “Subahanallah..” Indeed nothing was impossible by Him.

As I can't do nothing to feet you(s) firm in the middle of the ‘world’ that everybody can do everything freely, May Allah protect all of you and grant you(s) His Strength to fight in the right way all the things that gonna weak your running so that you(s) turn back to the old you; May Allah protect all of you(s).

Watching how proud you(s) was doing, bring on Islam in the middle of people love to be freedom, and I told myself, ‘What had been i do?’ Honestly, I can’t answer with a smile on my face, saying proudly as you are, coz I didn’t do much.

And it was a long time that had been pass that I even take a minute to care how was my brothers and sisters doing; are they well? Are they secure? Are they have enough foods? How about their home? How about people surrounding them? Can they cope it? Really, it takes a year that I don’t bother to take a minute, even second, to think how well they are doing. I am sorry...

O’ Allah grant me the love so that I will always pray for them, as it was just the supplication that I have in put them better when they about hurting in their running, so that, they will get up back and continue the battle.

O’ Allah, bless them in what You have provided for them, and forgive them and have mercy on them.


©Dazz


A Bench






Di bangku ini
Menyaksi bangunnya seorang insan
Menempuh jalanan
Yang langsung tak terpeta di akalnya

Di bangku ini menyaksi
Saat kayuhanya berulang kali tersasar
Memarut parut luka dikakinya
Dia kembali duduk terdiam
Entah mencari kekuatan
Atau menyerah kalah

Di bangku ini menyaksi
Dia terdiam sepi
Saat dia hilang dalam langkah
Tika dia diuji
Dek dalamnya kata
Yang bernama kesetiaan

Di bangku ini menyaksi
Hanya air matanya yang tumpah
Saat dia terlalu lama
Menyimpan rindu yang tak terluah

Dan kini
Di bangku ini
Dia tak lagi ditemani air mata
Datangnya kadang
Hanya merenung langit
Dalam bicara bisu
Yang tak mampu aku dengari
Datangnya adakalanya hanya seketika
Bagai melepas lelah
Sekadar memandang sang rumput
Memujuk rasa
Datangnya ada ketikanya
Bersama secebis senyuman
Carikan yang hanya secebis
Dalam pejaman mata yang lama
Namun tiada mutiara jernih dipipinya.

Dicelah ributnya hari, kaki dibawa lari. Ke suatu sudut yang sering kaki menumpang noktah. Lama mata terpaku dibangku kosong yang masih saat ini tak berpenghuni. Langit didongak pandang.

Rabbi..
Di sini bermulanya langkah; tak teguh, namun jua tak goyah
Dan masih aku mencari sebuah penghujung yang pasti
Untuk melepaskan sang lelah yang sekian lama singgah..

Rabbi..
Saat ini
Dia terlalu jauh
Untuk aku genggam erat tangannya
Saat dia terjatuh

Bicaranya sering dalam melodi yang merdu
Walau lelah semalam
Tak lagi berganti

Langkahnya tak gagah
Seringkali tergugat
Tika ujian
Tak pernah penat menyapanya

Kerana dia lelaki
Tangisannya rahsia dihati
Dan tika suaranya berlabuh ditelinga
Sering membuatkan aku terdiam bisu
Menahan air mata dari tumpah
Kerana dia terlalu tabah
Untuk ujian yang singgah
Yang seringkali aku jerit lelah

Tika dia berlari
Tanpa ada lagi tangan
Yang sering memimpinnya kasih
Jagakan Dia Duhai Illahi
Kerana kau

Lelaki yang aku cintai abah...







©Dazz