Monday, June 18, 2012

Lakaran Tentang Erti Hidup~



Dalam kamar
aku sendirian
bersama sepi yang berdesir
aku terbisu
hanya air mata mengalir laju
menyenakkan dada kelemasan..

Ya Illahi,
Rapuh benar ku kali ini
penat terasa
seakan tak berdaya

Ku harung
ku terjatuh
ku bangun
ku tersungkur
Luka yang tertoreh tak memberi rasa
hanya air mata setia membasahi
Mengapa rapuh benar ku kali ini..

Dalam tenatnya rasa
ku hentikan langkah kaki
menoleh kembali jalanan yang ku tinggalkan
Dan aku terduduk
basah dihujani air mata keinsafan..

Hidup,
tak mudah
Saat yang lainnya tersenyum
pipi terasa suam
Saat yang lainnya ketawa riang
bibir lesu tak terukir

Takdir,
tak kejam
Saat bibir mula mengukir senyum
ada yang ditemani air mata
Saat bibir terlontar tawa
ada yang terbisu sepi

Hidup dan Takdir,
Bagai roda
ada ketikanya diatas
dan ada ketikanya dibawah
Saatnya tiba diatas
janganlah terlalu leka dan megah
kerana suatu saat nanti kau pasti kan berada dibawah..



Ujian,
mendewasakan
Adakalanya hati teguh menerima
indahnya tika itu bagai rahmat
Adakalanya hati terdiam kosong
bingung mencari arah
jalanan terasa jauh
walau berkali hati berbisik memohon
namun langkah kaki tetap sumbang
rebah berulang kali
dan hati tenat sendirian..

Hati,
nakhoda diri
Saatnya kau kosong seolah tak berpenghuni
pejamkan matamu sejenak
dengarlah bisikan itu
sesungguhnya DIA ada bersamamu
Tertolak jauh didasar
tika kecewa menguasaimu

Ujian dan Hati,
bagai ombak dan pantai
tak kan terpisah..
Hati, saatnya ujian menjengukmu
usahlah bersedih
terimalah ia walau pahit
fahami ia walau sukar
pandanglah ia dengan keinsafan
kutiplah sisa pengajaran padanya
dan lepaskan ia berlalu saat masanya tiba
Itulah keindahan yang terlahir dari dasar keikhlasan..



Hamba,
sang abdillah
Hidupmu bukan bertuhankan dunia
namun pengabdian buatNYA semata
Mengapa kecewa pada dunia
tika kau lelah dilautannya
Mengapa mengemis pada manusia
tika mereka juga milikNYA..

Allah,
DIAlah Tuhan yang satu
Tak pernah meninggalkan hambaNYA keseorangan
namun seringkali hamba-hambaNYA menjauh dariNYA
Tapi tetap DIA menunggu kepulangan hambaNYA
mendepa luas tanganNYA disepertiga malam
memberi rahmat tanpa berhitung
kerana kasihnya DIA pada hamba-hambaNYA..

Allah dan Hamba,
TanpaNYA tiadalah nafas jiwa hamba
Sedang DIA tak pernah jemu membentangkan tanganNYA
menanti kepulanganmu
mengapa pada dunia kau menyerah
Tika kau lemas dilautan ciptaanNYA
mengapa tidak kau dayung kembali pulang padaNYA
sedang DIA Maha Mendengar dan Maha Penolong..

Tiada yang terindah dari kehidupan dengan air mata. Sebagaimana takdir yang berjalan seiringan dengan hidup, ujian mengajar hati mendewasakan diri dalam jalanan pengabdian seorang hamba pada Tuhannya...~

Dazz-
18062012

Sunday, June 17, 2012

Pemergiaan Yang Terusik~



Dalam hembusan angin didingin pagi,
air mata tumpah lagi,
walau teguh benteng ku halang..

Langit yang terselindung dibalik bumbung ku dongak,
duhai bintang,
tersenyumlah buatku,
kerana ku tahu DIA ada..

Ya Rabbi..
Payah untuk ku usir rasa ini,
Seakan jiwa ku pergi bersamanya..
KAU lebih menyayanginya...

Dalam lelah yang seakan melemaskan,
zikir ku alun,
mendakap secebis ketenangan..

Di tikar usang,
jauh mata menatap,
senyumannya,
renungannya,
menari terhias dikornea mata..
Ya Rabbi,
kuatkan aku!

Dia insan istimewa,
hadirnya menyuluh kelamnya jalan,
perginya terang bagai rembulan yang dirindui..
Terima kasih Ya Illahi untuk kesempatan yang ku raih,
walau hanya untuk seketika...

Subahanallah..
Astaghfiruallah..
Alhamdulillah..
Inalillah..
Al-Fatihah, tenanglah dikau disana...

Hati..
terlalu sukar untuk difahami,
kadang ianya kental teguh,
adakalanya ia terdiam lesu,
dan ada saatnya ia kosong seolah tak berpenghuni..

Kenangan..
tak akan pernah mati,
walau jasad ditelan bumi,
walau terpisah jauh nun dikampung barzakh,
walau air mata tak pernah sepi,
Ianya tetap hidup..
Segar merimbun bak rimbunan dedaun,
walau gugur ke bumi,
tetap berganti...

Dalam tadahan doa,
hati berbisik,
hanya buatMU duhai KEKASIH hati..

Ya Rabbi..
Aku mengerti,
Jernih mutiara ini KAU hadirkan bukan untuk ku tangisinya,
Telah tiba saatnya sepertimana yang KAU janjikan buat hambaMU..
 Dan inilah ujianku atas mahar cinta yang ku lagukan buatMU,
ku lepaskan dia pergi,
kembali ke sisiMU..

Namun Ya Rabbi,
izinkan aku saat air mata ini berderai dipipi,
bukan kerana ku tangisi pemergiannya,
cuma kerinduan buatnya bak bunga yang subur,
mekar dan terus bercambah.. 

Dan aku pilih untuk menjaganya,
menyemainya subur dihati,
bukan untuk ditangisi,
tapi untuk ku genggam ia,
 mendakap kental teguh dihati,
mengiringi perjalananku yang masih jauh beribu batu,
Kerana ku ingin sekali bertemu dengannya disana nanti..
Dengan izinMU Ya Illahi...


Kehidupan terus berjalan. Tak menunggu. Tak terhenti menanti. Dan mereka yang hebat adalah sang pengembara yang tak pernah jemu menggembara mencari bekalan disana nanti. Tak menangguh. Tak beralasan. Kerana bagi mereka itu hanya sia-sia. Dan masa terus berjalan. Hari berganti hari. Dan ajal bakal menyusul. Tibanya tak bersuara. Perginya sederas angin yang berlalu...~

Dazz
0425:17062012

Friday, June 15, 2012

Murabbi Tarbiyyah - Datuk Hj Yahya Othman




Saat tanganku dia sambut,
Genggamannya erat,
Bagai aku kekasihnya..

Lembut tangan yang penuh keringat itu bak sutera,
Mengusir gundah yang berawan disudut hati tanpa suara,
Hanya panas aliran darahnya yang berbicara..
Subahanallah…

Raut wajah penuh garis itu ku tatap,
Dengan tangan yang masih tergenggam kukuh,
Matanya menikam lembut ke mataku,
Tertusuk jauh disudut hati,
Seakan similir salju menyimbah damai,
Subahanallah…

Saatnya tubuh hina ini ditarik ke pelukan,
Salju keinsafan menyelimut getar naluri yang bertiup kencang,
Hati berbisik dalam gerimis,
“Aku pasti merinduinya satu saat nanti…”

Dan kini dia telah pergi,
Pulang ke pangkuan KEKASIHnya seperti yang dijanji,
Dan hati ini kini benar-benar merindui,
Kuatkan aku Ya Illahi…
Saatnya telah tiba seperti yang dijanji,
Dan aku dan kamu pasti menyusul nanti…

Hilangnya sebutir permata yang menyinari,
Namun perjuangannya tak pernah mati,
Buat hati-hati yang merindui…

Duhai murrabi tarbiyyah,
Tenanglah dikau disana,
Izinkan ku teruskan perjuangan ini,
Meniti susur jalanan putih dan hitammu,
Buat bekalan diri,
Mencari secebis cekal yang pernah membalutimu,
Moga bisa ku teruskan langkah ini…

Senyumannya indah,
Tawanya damai,
Bicaranya ilmu,
Hatinya jihad,
Kudratnya tarbiyyah,
Dialah insan yang tak kan usang dimamah zaman,
Al-Fatihah buat Ustaz Hj Yahya Othman..
KAU tempatkanlah dia dikalangan orang yang berIman Ya Allah…

 Dazz
0615:15062012