Monday, December 5, 2011

Yang Makin Jauh...



Pada jalanan yang berduri,
hati tak henti ku pujuk...
Takut ianya menyerah sebelum ajal...
bimbang terkorban pada dunia yang tiada nilainya...

Namun ku jua manusia...
yang terkadang tunduk pada rasa...
Dek hati yang kurang sabar,
Dek iman yang kian menipis...
Lalu mata mula mengeluarkan tangis...
Hati lesu mempersoal sendirian...

Kala aku disapa badai...
Di mana dirimu...
Di mana tutur bicara kasihmu...
Di mana pundakmu yang bisa menampung bebanan air mata sedih ini...
Di mana...

Di bibir kau kata sahabat,
Di balik dinding kau tak putus mengutuk...
Di bibir kau ucap madah, "Susah senang kita tetap bersama..."
Namun saatnya palitan kotor terlontar penuh ke arahku,
bukan saja kau menjauh...
malah turut serta melontarnya dari kejauhan...

Bibir ini tak pernah meluah...
tak jua mempersoal...
Bukan kerana aku 'terbaik'...
tidak jua 'mulia'...
Tetapi saat itu...
aku mengerti,
kau hanya kerdil sebagaimana aku...
Tercipta dari hinanya air mani...
Menyerah saat diuji,
lupa saat dibelenggu nafsu...
Kerana rencana syaitan durjana itu tiada henti...
selagimana nadi berdenyut...

Seandainya air mata itu tiada putus, pastikan ramai yang buta kesedihan...

Sahabat...
Pada cebikanmu,
senyumanku penuh pahit...
Pada sinis katamu,
air mataku mengalir penuh hiba...
Pada dongengan bicaramu,
ku tegak dalam rebah...
'Andai kasih-Nya pada mahar yang tinggi, tak mungkin aku masih bernafas kini...'

Maafkan aku...
Air mata ini,
bukan kerana benci...
tidak jua kerana dendam...
Diamku bukan kerana jemu...
tidak sekali kerana muak...
kerana pada sebuah amarah,
diam penawar yang mujarab...
Pada titisan air mata,
hati yang luka kan terawat indah...
Dan pabila saat itu berlalu pergi...
Ku harap kisah duka semalam,
kan terkubur selamanya...
'Kau tetap sahabatku ke akhir hayat...'

"Tidak sempurna iman seseorang daripada kamu, sehingga dia mengasihi saudaranya sebagaimana dia mengasihi dirinya sendiri..." [Hr al-Bukhari & Muslim]

Andai jalanan taubat itu terkunci rapat,
pasti banyak jiwa yang mati,
tenat sendirian...

Angin...
Jika kau berhembus lembut di sisinya,
Bisikkan padanya...
Aku sahabat nya selamanya...

Air...
Jika kau mengalir tenang disisinya,
Bisikkan padanya...
Aku mohon maaf atas segalanya...

Bunga...
Jika kau tumbuh mekar disampingnya,
Kau kirimkanlah wangian...
tanda terima kasih atas kehadirannya dalam hidupku...

Burung...
Jika kau terbang melintasinya,
Sampaikan bisikkan hati ini...
'Aku teramat rindu padamu...sahabat...'


~...Persahabatan bukanlah satu medan perdebatan 'Siapa yang betul atau siapa yang salah'. Kerana persahabatan itu laksana empat musim... Adakalanya ia panas, namun pastikan kembali sejuk. Adakalanya ia beku bak salji, namun kan tiba masanya ia kembali mekar berbunga...~ Dazz

Dazz
0415;301111-

No comments:

Post a Comment