Sunday, December 11, 2011

Saat Lembaraan Itu Ku Tatap...



Saat lembaran itu aku tatap...
jasad bergetar halus...
Dan saatnya akal mula mencerna makna disebaliknya,
tubuh mengigil penuh rasa...
Ya Rabbi...
betapa jauhnya aku dari-Mu...
sungguh air mata hiba ini,
tak akan pernah mampu membasuh kejahilan disetiap inci jasadku...

Ya Rabbi...
Di sini...
Tika ini...
Saat ini...
Aku...
yang dulunya tegak berdiri dibumi-Mu,
kini beku penuh pilu...
Tak mampu ku dongak ke langit-Mu Ya Tuhan...
betapa aku malu pada-Mu Ya Illahi...
tak terucap dengan getar yang hebat menikam seluruh jasadku kini...

Pada impian dongengan duniawi...
hati mendamba keagungan palsu yang dijulang megah...
Dada tersemat penuh dengan cita yang ditabik hormat...
Lantas diri sibuk mengejar 'ilmu duniawi'...
Seakan ianya bekalan ke sana nanti...

Saatnya jemari menyelak lembaran ini...
tubir mata terpaku penuh bergenang...
bibirku bergetar halus...
Allah hu Ya Rabbi...
Seakan aku tenat sendirian...

Pada hari-hariku...
akal tak henti merencana hal duniawi...
Pada nafasku...
hati tak henti menagih kasih yang tak pasti...
Pada bicaraku...
tuturnya tak pernah lekang dari bicara 'cinta'...

Saatnya lembaran ini ku selak lagi...
Nafas seakan terhenti...
air mata ini tak mampu lagi ku seka...
Hiba yang mengasak sendu,
tak mampu lagi ku pujuk pilu...
Ya Tuhan...
Di setiap tatih, langkah dan jejakku...
Di setiap hela nafas dan tutur bicaraku...
tak lepas dari hal duniawi...
jarang sekali menekur hiba dosa yang terlakar...
jauh sekali berdiam diri merenungi kebesaraanmu...
sibuk sekali untuk bermunajaat disepertiga malammu...
sungguh deras arus dunia menghanyutkan yang terleka...
dan aku tumpas pada keindahan fatarmogana pinjaman-Mu Ya Rabbi...

Maafkan diri hina ini Ya Rabbi...
Pada tuntunan langkah yang seringkali rapuh,
saat tiupan angin palsu dunia menyapa...
sungguh aku berharap kesederhanaan itu milik aku...
Pada megah hiasan yang mengaut beribu pujian manis,
sungguh aku hanya berharap kerendahan dan syukur itu tersemat indah didadaku...
Pada kecanggihan ciptaan yang menjadi kaguman,
sungguh aku hanya berharap menjadi si fakir yang sentiasa mensyukuri nikmat-Mu...

Ya Rabbi...
Hati ini bimbang...
takut sekali...
andai rasa yang menyapa ini hilang bersama deruan angin-Mu...
pergi...tanpa meninggalkan debu...
seolah takkan menyapa lagi walau untuk sedetik...

"Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya. 
Dan pada masa itu, seorang pendusta dipercayai, sedang orang yang jujur didustakan. Seorang pengkhianat dipercayai, sedang orang yang boleh dipercayai dikhianati. Dan pada ketika itu, orang yang mengigau bercakap, "Apakah maksud orang yang mengigau itu?" Rasulullah s.a.w menjawab, "Seseorang yang bodoh bercakap tentang urusan masyarakat awam." 
[H.r Ahmad & Ibn Majah.]


"Ya Muqollibal Qulub, Thabbit qalbi 'ala dinik wa 'ala to'atik" (Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkan hati kami pada agama-Mu dan pada ketaatan pada perintah-Mu) "Robbana La Tuzigh Qulubana Ba'da Iz Hadaitana Wa Hablana Min Ladunka Rahmah Innaka Ant al- Wahhab" ( Ya Allah jangan Kau pesongkan hati kami sesudah Kau beri Petunjuk)

Moga pintu kemaafan-Mu...
sentiasa lapang buat kami...


Moga lembaran "Dahsyatnya Peristiwa Menjelangnya KIAMAT" ini bisa
merawat hati-hati yang lumpuh...
hati-hati yang buta...
hati-hati yang alpa...
hati-hati yang bingung...
kembali pada jalanan-Nya...


~...Jalanan taubat itu manis umpama kurma...namun kan tiba masanya ia menjadi busuk dan masam, dek terlalu lama terbiar sepi tanpa sebarang ikhtiar...~

Dazz
011211





Pstt:Buku ini boleh didapati di > http://www.hidayah.com.my

No comments:

Post a Comment