Sunday, August 7, 2011

Salju Keinsafan~



Dalam kepekataan malam, pantai disusuri...
cuba mencari dimana hilangnya diri...
Jasad yang kosong seakan tak berpenghuni...
hilang dalam resah yang merajai hati...

Pada solatku, khusyuknya tiada...
Pada amalku...ikhlasnya hilang...
Hati resah...terpenjara dalam jasad yang tak berjiwa...

Tidurku tiada lenanya,
jagaku tiada maknanya...
Hati pedih bagai dihiris...!

Dalam kebingungan aku menongkah arus...
hati yang menjerit hiba seakan tiada  rasa...
"Ya Rabbi...sakitnya rasa ini...!"

Betapa gelapnya diri ini tanpa pimpinan-Mu Ya Ilahi...
Tiada indah,tiada nikmat yang aku rasakan...
Hanya kebingungan yang menyapa...
Seolah dilahirkan tak berakal...

Nak ku jerit, tiada puncanya...
Nak ku tangis, tiada sebabnya...
Nak ku melangkah, tiada arah tujunya...
Nak ku ketawa, tiada puncanya...
Dunia seolah kosong tak berpenghuni...
Alam seakan beku tak berfungsi...

Pada kalamullah mata merenung sayu...
hendak digapai, kaki terasa beku...
Hati seolah mati dalam bingung yang merantai jiwa...

Pada damainya mahligai-Mu kaki ternoktah...
Mengharap bingung dibenak bisa dirungkai...
Namun cebisan damai seolah hilang, tak langsung menyapa diri...
"Allah hu Ya rabbi...gelapnya aku tanpa Nur-Mu..."

Sarat didada seakan melemaskan...
tiada lagi air mata yang bisa merungkai kesakitan itu...
Hanya sepi yang menghiasi diri...

Hilangnya megah...berlarinya bongkak...
Suramnya kata...terhapusnya cerca...
Jasad hitam tak lagi kedengaraan bernyanyi riang...
Diri seolah tunggul mati yang terdampar ditepian pantai...
masih menjejak dibumi...
namun sudah tiada ertinya lagi...

Hati seakan nazak...
tak lagi mampu menanggung bebanan yang maha berat ini...
Jasad seakan menyerah kalah,
tegar berundur tanpa  mujahadah...

Kesakitan yang mencengkam membutakan mata...
Rasa yang tak tertahan memekakan telinga...
Iman didada ntah hilang ke mana...
Syahadah yang tersemat tak lagi diingatan...

Kepala ku dongak ke langit...
Kelihatan sebentuk awan putih sedang tersenyum indah...
Mata terpaku...jasad kaku...
Ibarat semilir, hati bersyair memuji Ilahi...
"Ya Allah...Maha Agung Kuasa-Mu..."
Akhirnya mutiara jernih itu gugur kembali membasahi pipi...
Syukur diri masih diberi peluang lagi...

Pandangan ku tebarkan ke seluruh alam...
Sakitnya rasa pabila hilang dari suluh cahaya dan pimpinan-Mu, tak terperi...
Diri seakan tenat...seolah menunggu hukuman gantung sampai mati!
Ya Ilahi...
cukuplah sekali...
tak sanggup lagi aku merasainya...

Sekental mana pun jiwa ini,
sekuat mana pun daya ingatanku,
seberusaha mana pun aku cuba menggapainya,
sehebat mana pun alunan kalamullah yang terhafal dibenak,
semerdu mana pun alunan zikrullah yang meniti dibibir...
Tetap akan hilang bak angin lalu...bila mana Engkau mengkehendakinya Ya Tuhan...
Megah apa yang harus aku julangkan...
Sesungguhnya Kekuasaan-Mu meliputi langit dan bumi...
Pabila Engkau mengkehendakinya, maka jadilah ia..."Kun Fayakun!"

Saat disapa kejayaan, aku mula lupa diri...
Saat diangkat dan dipuji, dada didabik tinggi...
Kepala yang dulunya tunduk, kini megah mendongak ke langit...
Bibir yang dulunya sibuk memuji Ilahi, kini tersenyum penuh bangga diri...
Akulah insan yang sangat daif tentang makna SYUKUR-Mu...

Jangan dikagumi pada diri ini...
kerana kejadian kita adalah sama, dari hinanya air mani...
Jangan terpesona indah pada susunan kata-kata ku...
kerana semuanya adalah dari DIA...sesungguhnya tiada kudratku hatta sepotong ayat...
Bertasbihlah saat hatimu disapa rasa...
Berzikirlah saat matamu bergenang air mata...
Bersujudlah saat keinsafaan mula menyapa...
Berdoalah saat dadamu sesak dengan penyesalan silam...
Hanya pada-Nya kan kau temui jalannya...
Kerana aku hanyalah sekadar lorongan dari-Nya...

Tuhanku...
ampunkanlah segala dosa-dosaku
Tuhanku...
maafkanlah kejahilan hamba-Mu ini...

Ku sering melanggar larangan-Mu
Dalam sedar ataupun tidak
Sering jua ku meninggalkan suruhan-Mu
Walau sedar aku milik-Mu

Bilakah diri ini akan kembali...
Kepada fitrah yang sebenar...
Pagi ku ingat petang ku alpa...
Begitulah silih berganti...

Oh Tuhanku...
Kau pimpinlah diri ini...
Yang mendambakan Cinta-Mu
Aku lemah...aku jahil...
Tanpa pimpinan dari-Mu

Ku sering berjanji di depan-Mu
Sering jua ku memungkirinya...
Ku pernah menangis kerana-Mu
Kemudian ketawa semula...

Kau pengasih
Kau penyayang
Kau pengampun
Kepada hamba-hamba-Mu

Selangkah ku kepada-Mu
Seribu langkah Kau dekat padaku

Tuhan...
Diri ini tidak layak ke surga-Mu
Tapi tidak pula aku sanggup ke neraka-Mu

Ku takut kepada-Mu...
Ku mengharap jua pada-Mu...
Moga ku kan selamat dunia dan akhirat
Seperti rasul dan sahabat...

Raihan.
Damba Cinta-Mu~

~Sesungguhnya...hidup dan matiku hanyalah untuk-Mu Ya tuhan...~
Ya Allah s.w.t...
Pasakkan diri ini pada jalan-Mu...
Pimpinan-Mu aku damba...
Moga saat tibanya detik kematianku, dapat ku gapai indahnya Khusnul khatimah-Mu...

Dazz-

No comments:

Post a Comment